Adelaide (2)

0

Apakah keputusan Adel ini lantas tiba-tiba membuat penggemarnya mundur? Oh, tentu saja tidak. Justru para pria menjadi lebih suka terhadap Adel yang sikapnya menjadi sangat santun, lembut dan terjaga tingkah lakunya. Ketertarikan yang awalnya hanya ingin mengajak pacaran justru berubah menjadi ajakan untuk menikah. Dengan halus dan penuh sopan santun Adel menolak semuanya. Tidak cocok masih menjadi alasan utama.

Suatu hari aku yang sangat penasaran bertanya kepada Adel tentang tipe pria seperti apa yang dicarinya.

“Aku mencari seorang lelaki yang bisa menjadi imamku. Yang bisa membawaku masuk ke dalam surga. Yang bisa membuatku menjadi wanita yang lebih baik setiap harinya.”

“Loh, bukannya ada beberapa pria yang sudah masuk kriteria itu. Bahkan ada yang sudah jadi ustad kondang.” Adel hanya tersenyum mendengar penuturanku yang spontan.

“Iya, aku tahu mereka adalah orang-orang hebat. Hanya saja ada yang lebih hebat dari mereka. Dan kepadaNya-lah aku bertanya. Sayang jawabanNya masih tidak.” Aku menggangguk mengerti mendengar jawaban Adel yang sebenarnya justru membuat rasa penasaranku menjadi semakin besar.

Tak terasa waktu kuliah kami hampir berakhir. Seperti yang bisa kutebak dengan mudah, Adel lulus dengan nilai terbaik untuk angkatan kami. Meski begitu kesahajaan tetap saja terpancar dari dririnya walaupun predikat Summa Cum Laude disandang dipundaknya. Aku semakin kagum dengan wanita luar biasa itu.

Beberapa bulan setelah kelulusan kami aku mendengar kabar luar biasa menggemparkan. Adel akan menikah. Tetapi sesungguhnya yang membuat kabar itu demikian hebat adalah dengan siapa dia menikah. Bukan dengan seorang ustad, foto model, pengusaha atau bahkan artis. Lelaki beruntung itu adalah seorang guru mengaji di sebuah mesjid yang berdekatan dengan rumah Adel.

Aku yang begitu penasaran memaksa Adel untuk mengenalkan kami. Wajah pria itu biasa saja, tidak tampan atau jelek. Tetapi aku bisa merasakan aura keteduhan dari yang wajahnya begitu bersih berkat sapuan air wudhu setiap harinya. Aku sudah yakin seratus persen, bahwa Adel tidak salah tentu. Tentu saja Dia Yang Maha Hebat sudah memberikan restunya untuk mereka berdua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here