Aksi Aliansi Peduli Asap Riau oleh Gabungan Komunitas & Organisasi se-Bolaang Mongondow Raya

5

Sudah pada tahu kan kalau sekarang ini Riau dan beberapa daerah di sekitarnya sedang terkena bencana kebakaran. Berhektar-hektar areal hutan terbakar. Gak terhitung orang-orang yang jatuh sakit, karena udara yang sudah tercemar. Tidak bisa lagi dihirup oleh manusia serta hewan. Malah menurut kabar, di beberapa tempat ada yang sudah jatuh korban jiwa.

Nah, pada hari Ahad 22 September 2019, saya dan beberapa kawan-kawan gabungan komunitas dan organisasi se-Kotamobagu sepakat untuk menunjukkan kepedulian dan keprihatinan kami lewat Aksi Aliansi Peduli Asap Riau.

Banner Aksi Aliansi Peduli Riau

Saya sendiri bertindak sebagai perwakilan beberapa komunitas dan organisasi. Termasuk Komunitas Hijabers Kotamobagu, Komunitas Peduli Anak Berkebutuhan Khusus, Organisasi Persaudaran Muslimah Kotamobagu, Komunitas World Cleanup Day Kotamobagu, dan Organisasi Forum Lingkar Pena Kotamobagu.

Selain beberapa organisasi dan komunitas yang sudah saya sebut di atas, masih ada yang lain. Seperti FP2M Kotamobagu sebagai pencetus aksi ini, ACT Kotamobagu, MRI Kotamobagu, dan beberapa organisasi kampus serta universitas.

Gerakan yang kami usung yaitu orasi, long march, puisi, dan pengumpulan dana. Saya sendiri dan seorang teman mendapat tugas untuk membawakan beberapa puisi yang bertemakan bencana asap.

Sebelum memulai aksi, terlebih dahulu kami melaksanakan breafing untuk membagi tempat pengumpulan dana serta giliran melaksanakan tugas baik orasi atau puisi. Setelah semua sudah oke dan siap, maka mulailah aksi kami.

Breafing sebelum aksi

Pertama-tama, kami fokus berorasi dan mengumpulkan dana di sekitar Lapangan Mogolaing yang menjadi titik kumpul.

Penggalangan dana di areal Lapangan Mogolaing

Sesudah dirasa cukup, kami mulai bergerak ke arah pusat kota. Tepatnya di Bundaran Permesta Kotamobagu yang rencananya akan digunakan sebagai pusat aksi. Sambil melakukan long march dan orasi, kami tetap mengedarkan kotak sumbangan bagi yang ingin memberikan sedikit rejekinya.

Long March
Semangat mengumpulkan dana sembari long march

Sesampainya di Bundaran Permesta, kami membagi diri menjadi beberapa kelompok kecil. Ada yang berorasi di depan bundaran, ada yang mengumpulkan dana di depan Paris Superstore, dan beberapa titik lain di sekitar pusat kota.

Orasi dari perwakilan FP2M

Tidak berapa lama, tibalah saatnya saya dan teman untuk membacakan puisi. Saya membawakan dua buah puisi karya Hamri Manoppo -seorang penyair berdarah Bolaang Mongondow- dan Parmadi.

Saya membacakan puisi karya Hamri Manoppo
Sri Paputungan bersyair di depan bundaran

Oh yah, ternyata aksi kami ini menarik banyak perhatian warga yang sedang melintas, loh. Tidak jarang mereka langsung memberikan uang untuk didonasikan bagi korban bencana asap Riau. Saya sendiri dan beberapa kawan-kawan yang sudah menyelesaikan tugas, mengambil kesempatan berfoto di depan spanduk.

Berfoto bersama ibu-ibu dari organisasi Salimah Kotamobagu

 Alhamdulillah... sebelum azan magrib dikumandangkan, kegiatan sudah selesai. Kami berdoa dan berfoto bersama terlebih dahulu lalu kembali ke titik awal.

Di rumah salah satu peserta aksi, saya dan beberapa teman mulai menghitung total uang yang terkumpul pada penggalangan dana hari itu. Alhamdulillah, tidak menyangka ternyata dalam beberapa jam kami sanggup mengumpulkan Rp. 2,696,000,00-.

Seluruh uang yang terkumpul
Total donasi

Setelah selesai menghitung, semua uang langsung kami serahkan kepada perwakilan ACT Kotamobagu yang kebetulan saat itu ikut ambil bagian dalam Aksi Aliansi Peduli Riau. Tidak lupa kami mengadakan rapat evaluasi kegiatan yang akhirnya menghasilkan beberapa keputusan. Yaitu, kelanjutan dari aksi yang sama dengan bentuk, format, dan waktu yang berbeda. Juga kesepakatan bahwa Aksi Aliansi Peduli Riau berubah nama menjadi Aliansi BMR (Bolaang Mongondow Raya) Peduli.

Penyerahan donasi ke pihak ACT Kotamobagu

Sumber foto: Dokumentasi pribadi & peserta aksi.

5 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here