Bank Indonesia Meluncurkan QR Code untuk Membantu Transaksi Masyakat

0

TEMA: TRANSAKSI  LANCAR  PAKAI  QR

Tidak bisa ditampik, era digital membawa banyak perubahan dalam tatanan hidup manusia. Hampir di semua lini dan bidang ensensial masyarakat menggunakan gawai untuk membantu atau menyokong kelangsungan dan kemudahan hidup.

Penggunaan gawai sebagai salah satu benda penting yang harus dimiliki oleh seseorang, membawa efek domino. Mulai dari jaringan komunikasi yang lancar, akses informasi yang semakin mudah, sampai bermunculannya aplikasi online yang menawarkan berbagai kemudahan tergantung dari kebutuhan masyarakat.

Bukan hanya terbatas hanya dalam akses informasi saja, hiburan, atau transportasi. Aplikasi berbasis online bahkan merajai bidang transaksi keuangan dan mempunyai peran yang sangat penting dalam membangun perkembangan ekonomi.

BI, sebagai bank sentral Indonesia yang mewadahi semua urusan transaksi perbankan, tidak mau kalah dengan berbagai aplikasi yang disediakan oleh pihak swasta. Untuk itulah BUMN ini membuat terobosan baru dengan diluncurkannya QRIS (Quick Response Indonesia Standard).

QRIS merupakan sebuah aplikasi pembayaran sekaligus wadah transaksi keuangan online. Program ini rencananya akan mulai diaktifkan tanggal 1 Januari 2020.

Perry Warijo selaku Gubernur Bank Indonesia mengatakan bahwa QRIS akan memudahkan dan memberi keuntungan bagi pedagang dan konsumen ketika bertransaksi. Bahkan, QRIS ini dapat meningkatkan volume transaksi bukan cuma terbatas pada pengusaha dan pebisnis besar, tapi juga bagi pedagang kecil dan usaha rumahan. Contohnya seperti penjaja bakso keliling.

Informasi ini semakin dikuatkan melalui penyampaian Onny Widjanarko, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI. Penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran digital mempunyai tujuan meningkatkan dan mengenalkan literasi keuangan ke berbagai lapisan masyarakat. Dari yang tertinggi hingga ke lapisan paling bawah. Karena itulah Onny juga menyebutkan jikalau QRIS ini akan diperkenalkan kepada masyarakat yang berjualan dan bertransaksi di pasar tradisional.

Sebelum QRIS diluncurkan sudah bermunculan aplikasi pembayaran serupa OVO, Gopay, dan lain-lain. Hanya saja bedanya, aplikasi ini dibesut oleh pihak swasta. Di sisi lain, skema harga QRIS juga beragam tergantung jenis transaksinya. Jika melakukan transaksi Merchant Discount Rate (MDR) on us dan off us serta merchant reguler akan mendapatkan 0,7 persen, kata Onny.

Tujuan utama Bank Indonesia meluncurkan QRIS salah satunya yaitu untuk melakukan strategi inklusi keuangan secara merata. Tidak hanya terbatas pada penduduk perkotaan, namun masyarakat desa juga dapat mengenali cara baru bertransasksi pembayaran melalui QRIS.

Rencananya pelaksanaan QRIS secara nasional agar dapat memperlancar sistem pembayaran non tunai secara aman. Merata kepada seluruh penduduk yang ada di Indonesia. Selain fungsi utamanya untuk mendorong perkembangan ekonomi tentu saja.

Sederhananya QRIS membuat masyarakat tidak perlu membawa dompet atau uang tunai kemana-mana. Lebih praktis dan meminimalisir terjadinya pencurian. Masyarakat hanya memerlukan satu QR Code dari Bank Indonesia untuk melakukan semua transaksi keuangan.

Bagaimana dengan keterbatasan masyarakat desa untuk mengakses informasi digital atau pengetahuan yang masih kurang terkait penggunaan gawai? Untuk menjawab tantangan tersebut, rencananya akan dibuat sosialisasi dan tentang penggunaan QRIS.  Sebelumnya masyarakat desa juga akan diedukasi terlebih dahulu mengenai cara pemakaian gawai yang baik dan benar.

Selain itu, demi mendukung program tersebut pemerintah dibantu dengan pihak terkait akan berusaha membangun jaringan telekomunikasi dan internet sampai ke pelosok desa-desa yang ada di Indonesia.

Program QRIS diharapkan berjalan sukses dan lancar demi menyetarakan Indonesia dengan negara lain yang sudah terlebih dahulu unggul dalam era keuangan digital.

#feskabi2019 #gairahkanekonomi #pakaiQRstandar #majukanekonomiyuk

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here