Bersiaplah Untuk Kemasan Polos (2)

0

Aturan tentang kemasan polos akan mengurangi daya tarik rokok. Selain itu, juga akan membatasi penggunaan kemasan rokok sebagai bentuk iklan. Bahkan, menekan pelabelan yang menyesatkan dan meningkatkan efektivitas peringatan bahaya kesehatan.

Bungkus rokok polos mengacu pada usaha untuk membatasi atau melarang penggunaan logo, warna, gambar atau informasi promosi, selain merek dan nama produk yang dicetak dalam warna dan bentuk huruf atau font standar.

Pada bulan Desember 2012, Australia menjadi negara pertama yang sepenuhnya melaksanakan aturan tentang bungkus rokok polos. Pada 2015, Irlandia Inggris, Irlandia Utara dan Perancis telah mengesahkan UU untuk menerapkan bungkus rokok polos mulai Mei 2015. Sejumlah negara sudah dalam tahap lanjut mempertimbangkan tentang dasar hukum kemasan rokok polos, tetapi Indonesia belum sama sekali.

Aturan tegas pembatasan iklan rokok, peningkatan iklan anti tembakau dan peringatan grafis bahaya rokok, terutama dengan gambar, telah terbukti mampu mengurangi jumlah anak yang mulai merokok  dan meningkatkan jumlah perokok yang berhenti. Peringatan  grafis bahaya rokok dapat membujuk perokok untuk melindungi kesehatan bukan perokok, dengan menghindari merokok di dalam rumah dan di dekat anak. Penelitian yang dilakukan setelah dilakukan peringatan bahaya rokok bergambar di Brazil, Kanada, Singapura, dan Thailand, secara konsisten menunjukkan bahwa peringatan seperti itu secara signifikan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya rokok.

Industri rokok telah menjadikan Indonesia sebagai ladang untuk memasarkan produk-produknya karena Indonesia dinilai masih lemah dalam hal regulasi. Selain itu, dengan jumlah perokok yang tinggi dan diikuti dengan jumlah penduduk terbesar dari berbagai negara yang masih belum terakses FCTC (Framework Convention on Tobacco Control), jelas merupakan daya tarik tersendiri bagi industri rokok.

Karenanya sangat penting untuk digarisbawahi bahwa rokok merupakan sebuah ancaman besar terutama untuk Indonesia. Perlu langkah yang serius dari semua elemen masyarakat, terutama pemerintah untuk dapat menurunkan angka perokok aktif. Salah satu caranya adalah mendukung sepenuhnya program-program yang diluncurkan oleh WHO termasuk dengan menggencarkan tema ‘Bersiaplah untuk kemasan polos’. Tidak cuma dengan mendukung tetapi juga dengan melakukan aksi nyata.

 

Sumber :

id.m.wikipedia.org

www.idaijogja.or.id

www.ismkmi.org

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here