Buah Kesabaran yang Terbayar

27

Bismillah….

Alhamdulilllah… Alhamdulillah… Alhamdulillah….

Sekali lagi antologi kesekian terbit sudah. Penantian selama empat tahun bersama dengan teman-teman jebolan KMO (Komunitas Menulis Online). Sebuah bilangan waktu menunggu yang tidak singkat. Buah kesabaran yang terbayar. Sama seperti tulisan saya dalam buku ini. Karya ini saya dedikasikan bagi para wanita yang sudah dan sedang berjuang menunggu buah hati.

Cover Buku

Kalau saya tidak salah hitung ini adalah antologi ke-37. Sebuah angka yang tidak sedikit bagi beberapa teman yang masih pemula dalam menulis. Tetapi, bagi kawan-kawan pecinta literasi yang sudah lama berkecimpung di dunia itu, angka yang saya tulis belum ada apa-apanya. Apalagi mengingat saya belum punya buku solo. Ahhh, rasanya 37 bukan bilangan yang cukup bisa dibanggakan.

Meski begitu, saya gembira melihat cover buku dan layout judul yang dibuat khusus untuk saya. Ada buncah dalam dada, antara harap dan doa. Semoga ini adalah permulaan dari sekian banyak karya lain yang saya harap bisa bermanfaat bagi yang para pembaca. Aaamiin….

Oh yah, bagi teman-teman yang ingin memesan bisa banget yaaa… Harganya hanya Rp. 35.000 saja untuk PO dan sekarang lagi masa PO, looohhh. Harga normal Rp. 40.000.

Salam Literasi ^^v

 

SINOPSIS
LOVE, LIVE, AND HOPE…

Cinta selalu menjadi bumbu. Tanpanya, menjalani kehidupan seperti tidak ada makna. Contohnya Viola, dalam cerpen Kejutan Termanis. Begitu sumringah setelah akhirnya bisa mendapatkan pengakuan cinta sekaligus lamaran dari sahabatnya sendiri.

Cinta juga tidak selalu berarti memiliki. Ada yang memaknainya dengan kehilangan. Cerpen Lembayung Tak Meratap Malam menggambarkan rasa kasih yang mendalam dari seorang istri yang suaminya mengidap penyakit mematikan.

Meski begitu, selalu ada setitik harapan di balik asa yang kandas. Karakter ‘Aku’ dalam cerpen Buah Kesabaran memperlihatkan keyakinan yang kuat kepada pemilik harapan sejati. Kepercayaannya tidak sia-sia karena akhirnya Tuhan menjawab doanya dengan cara yang tak terbayangkan.

Tidak semua harapan selalu berakhir indah memang. Agume dalam cerpen The Oranye dan Oranye harus menerima kenyataan, mimpinya tidak bisa terwujud.

Tapi, Yayuk dalam cerpen Yayuk memperlihatkan kebulatan tekad yang luar biasa. Dia bisa saja hanya duduk di atas kursi roda. Namun, dia tidak pernah menyerah dengan kehidupan yang sudah digariskan untuknya.

Memahami harapan dan cinta sebagai hakikat hidup, membuat manusia mampu menghadapi badai kehidupan. Cerpen-cerpen indah yang ada dalam buku ini menjadi gambaran utuh para penulisnya tentang cinta, hidup, dan juga harapan.

 

27 COMMENTS

  1. Ya ampuun mba 4 tahun untuk buku antologi, mayan jugak yaa. Biasanya yg sulit itu mengumpulkan naskah ya krn kadang tunggu2an menjelang DL.

  2. Waaah..hebat mbak. Sudah bikin antologi sampai 37 buku! Wow. Tapi emang nagih kok ya mbak, bikin antologi itu seru dan Mempermudah penulis pemula untuk mencoba berkarya. Saya juga baru semangat ikutan empat antologi untuk cerita anak dan satu kisah nonfiksi dewasa. Kalau buku solo sih saya baru punya satu, tapi bukan untuk dikomersilkan secara luas sih. Dulu lebih untuk kepentingan syarat naik pangkat dan lomba.
    semoga taklama lagi mbak titi bisa kesampaian bikin buku solonya.

    • Aaamiin…
      Itu hebat juga mbak. Saya aja belum punya buku solo. Tapi, menurut saya sih satu atau seribu itu adalah karya yang perlu diapresiasi. Semangaaaattt menulis

  3. MAsya Allah galfok sama antologi ke-37 nya. Itu buanyak lho, Mbak. Keren banget. AKu malah jarang nge-antologi sekarang. NUlis buku solo juga kagak, wkwkwkw. Congratzz Mbak.

    • Ini akumulasi karya sejak hampir 4 tahun menulis. Saya mulai nulis pertengahan 2012-2013. Fakum 2014-2016. 2017 aktif kembali. 2018 fakum lagi. dan 2019 aktif kembali. Cukup moody sya hehehe

Leave a Reply to Titi Keke Cancel reply

Please enter your comment!
Please enter your name here