Go Wild For Life (2)

0

Hari Lingkungan Hidup Sedunia ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1972 untuk menandai pembukaan Konferensi PBB tentang Lingkungan Hidup Manusia yang berlangsung antara tanggal 5 -16 Juni 1972 di Stockholm.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia merupakan program PBB yang bernaung di bawah UNEP (United Nations Environment Programme). Setiap tahunnya peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) mengusung tema yang berbeda. Pada tahun 2016 ini UNEP resmi mengeluarkan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang bertajuk perlindungan terhadap satwa liar yang diburu dan diperdagangkan lewat tema berjudul “Go Wild For Life”.

Tema ini sengaja diangkat sebagai salah satu cara untuk mengingatkan dunia akan sebuah masalah serius. Dimana penurunan angka satwa liar semakin memprihatinkan. Penurunan yang signifikan ini terjadi di semua belahan dunia. Terutama di Indonesia yang terkenal dengan keanekaragaman hayatinya. Juga hukumnya tentang perburuan dan perdagangan hewan yang masih lemah memberikan sangsi sebagai efek jera.

Di Indonesia sendiri, lebih dari 270 spesies hewan telah terancam punah dengan status Critically Endangered dan Endangered. Dari jumlah tersebut, hewan dari kelas mamalia menduduki peringkat tertinggi dengan jumlah spesies yang terancam mencapai 91 spesies. Disusul oleh beraneka jenis burung (Aves) dengan jumlah spesies terancam mencapai 56 spesies, Malacostra (26 spesies), Actinoptergii atau ikan bersirip kipas (19 spesies), Chondrichtyes atau ikan bertulang rawan (16 spesies), Insecta, Anthozoa dan Reptilia (masing-masing 14 spesies) serta Amphibia (12 spesies)..

Beberapa dari ratusan hewan langka di Indonesia itu antara lain :

  1. Badak Jawa
  2. Kanguru Pohon
  3. Pesut Mahakam
  4. Macan Tutul Jawa
  5. Badak Sumatera
  6. Kura-kura Hutan Sulawesi
  7. Elang Flores
  8. Rusa Bawean
  9. Burung Tokhtor Sumatera
  10. Katak Merah
  11. Jalak Bali
  12. Celepuk Siau
  13. Burung Kacamata Sangihe
  14. Gagak Banggai
  15. Tarsius Siau
  16. Beruk Mentawai
  17. Gajah Sumatera
  18. Orangutan Sumatera
  19. Simakobu
  20. Kakatua Kecil Jambul Kuning

Terjadinya kemerosotan angka spesies-spesies hewan yang liar ini tidak lepas dari adanya  campur tangan manusia. Diburu serta diperdagangkan secara ilegal oleh orang-orang yang bergerak di bidang ini atau juga oleh masyarakat di sekitar habitat satwa-satwa liar tersebut. Ketidaktahuan masyarakat memicu perburuan bersar-besaran. Tergiur dengan untung yang besar tanpa tahu bahwa apa yang mereka lakukan berdampak besar terhadap lingkungan hidup juga kelak akan berdampak pada diri mereka sendiri.

Untuk itulah ke depannya nanti pemerintah harusnya bisa memberikan hukuman dengan efek jera yang besar bagi para pemburu liar. Dengan cara seperti diharapkan bisa menurunkan angka perburuan dan perdagangan satwa liar.

 

Sumber :

Mulia, Ricki.M, 2007, Kesehatan Lingkungan. Penerbit Graha Ilmu : Yogtakarta

id.m.wikipedia.org

web.unep.org

www.wed2016.com

alamendah.org

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here