Kemunculan kembali PIN Polio

0

Vaksin MR (campak dan rubella) menuai kontrovesi. Polemik di masyarakat terkait vaksin sebenarnya bukanlah hal yang baru terjadi. Dua tahun yang lalu terjadi masalah yang sama terkait PIN Polio. PIN (Pekan Imunisasi Nasional) Polio yang dilaksanakan pada tanggal 8 – 15 Maret 2016.

Sebagai seorang petugas kesehatan yang bekerja di Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat), saya juga ikut ambil bagian dalam perhelatan akbar di bidang kesehatan ini. Setiap harinya selama jadwal PIN, saya dan kawan-kawan turun lapangan, di desa-desa yang menjadi bagian wilayah kerja kami untuk melakukan pelayanan.

Saya dengan basic Sarjana Kesehatan Masyarakat, tentu saja membagikan informasi seputar Penyakit Polio melalui penyuluhan. Yang membuat saya menjadi tergelitik adalah pertanyaan-pertanyaan masyarakat seputar Penyakit Polio. Terutama tentang alasan mengapa sampai PIN Polio ini bisa dilaksanakan kembali. Setelah hampir dua dekade program ini tidak muncul ke permukaan.

Sedikit membayar keingintahuan yang juga muncul dalam benak saya, maka saya pun akhirnya mencari informasi yang lebih terperinci mengenai alasan dibalik digalakkannya kembali program PIN Polio ini.

Pada bulan Mei 2012, World Health Assembly (WHA) mendeklarasikan bahwa eradikasi polio adalah salah satu isu kedaruratan kesehatan masyarakat dan perlu di susun suatu strategi menuju eradikasi (pemusnahan total) polio atau Polio Endgame Strategy.

Berdasarkan Petunjuk Teknis Pekan Imunisasi (PIN) Polio tahun 2016 Kementrian Kesehatan RI 2015, dikatakan bahwa, setelah berhasil menerima sertifikasi bebas polio dari WHO (World Health Organization) untuk wilayah South East Asia Region (SEAR) pada bulan Maret 2014, tahun 2016 akan banyak kegiatan sebagai bagian dari eradikasi polio.

Beberapa strategi yang dimaksud adalah :

  1. Pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) pada tanggal 8 – 15 Maret 2016
  2. Penggantian vaksin trivalent Oral Polio Vaccine (tOPV) ke bivalent Oral Polio Vaccine (bOPV)
  3. Introduksi (pengenalan) Inactivated Polio Vaccine (PIV)

Kesemua strategi ini dimaksudkan agar pada akhir tahun 2020 diharapkan penyakit polio telah berhasil di hapus di seluruh dunia.

Di dalam Petunjuk Teknis PIN Kemenkes juga memuat tentang penilaian risiko yang dilakukan WHO tahun 2011 sampai 2014, Indonesia dinyatakan berisiko tinggi terhadap importasi virus polio dan Komite Penasehat Ahli Imunisasi (ITAGI) merekomendasikan Indonesia untuk melaksanakan kegiatan PIN Polio.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here