Lupus, Penyakit Seribu Wajah

2

Ada yang sudah pernah dengar tentang Lupus? Ini bukan serial TV yang sempat populer di era awal tahun 2000-an, yang diangkat dari sebuah novel laris karya Hilman. Bukan pula sebutan – yang digunakan di sekitar daerah Sulawesi Utara- untuk sejenis model rambut yang sengaja dipanjangkan di daerah tengkuk.

Berdasarkan KBBI lupus merupakan sebuah penyakit yang mempunyai gejala khas borok di wajah. Bentuknya seperti kupu-kupu. Tetapi, sesungguhnya lupus adalah penyakit yang lebih dari sekedar hanya ruam semata.

Lupus bisa memungkinkan penderitanya, yang sebagian besar yaitu perempuan meninggal. Gejalanya kerap mirip dengan penyakit lain sehingga sulit didiagnosis. Gejala lupus sangat beragam. Ada yang ringan dan ada yang bahkan mengancam jiwa. Penyakit ini memang tidak menular, tapi bisa berbahaya dan berpotensi mematikan.

Penyakit lupus sering disebut Penyakit Autoimun, istilah ini digunakan saat sistem imunitas atau kekebalan tubuh seseorang menyerang tubuhnya sendiri. Penyebab kondisi autoimun pada lupus belum diketahui. Sistem kekebalan tubuh penderita lupus akan menyerang sel, jaringan, dan organ yang sehat.

Menurut data dari Yayasan Lupus Indonesia (YLI), jumlah penderita lupus di Indonesia pada tahun 2012 mencapai 12.700 jiwa. Jumlah ini kemudian meningkat menjadi 13.300 jiwa pada tahun 2013.

Lupus kerap dijuluki sebagai penyakit seribu wajah karena kelihaiannya dalam meniru gejala penyakit lain. Kesulitan diagnosis biasanya dapat menyebabkan langkah penanganan yang kurang tepat.

Saya masih ingat dengan jelas kejadian beberapa tahun silam. Seorang adik kelas di SMA, meninggal secara tiba-tiba tanpa terdeteksi mengalami gangguan kesehatan yang berarti. Ternyata dia menderita lupus sejak kecil. Sesuatu yang abai diketahui oleh keluarga dan dirinya sendiri. Penyakit lupusnya bertambah parah setelah dia didiagnosa hamil. Pada umur kandungannya menginjak sekitar tiga atau empat bulan, dia harus meregang nyawa.

Seorang wanita penderita lupus, memang tidak dianjurkan untuk memiliki momongan. Sebagai salah satu penyakit berbahaya, penyakit lupus tentu akan menimbulkan efek tersendiri bagi kehamilan. Menurut hasil penelitian dari pakar kesehatan, penyakit lupus bagi ibu hamil memiliki risiko yang cukup berbahaya.

Penyakit lupus dapat menyebabkan komplikasi pada kehamilan, kulit memerah dan bercahaya pada trimester pertama dan kedua, Preeclampsia dimana tekanan darah dan kadar protein meningkat. Sehingga membahayakan organ vital tubuh, penggumpalan darah, keguguran, kelahiran prematur atau janin meninggal dalam kandungan.

Lupus tidak bisa disembuhkan. Tujuan pengobatannya adalah untuk mengurangi tingkat gejala serta mencegah kerusakan organ penting. Dengan pengobatan yang tepat dan teratur, hampir semua penderita lupus dapat hidup normal atau setidaknya mendekati tahap normal. Bantuan dan dukungan dari keluarga, teman, serta staf medis juga berperan penting dalam membantu penderita untuk menghadapi penyakitnya.

 

 

Sumber :

www.alodokter.com

infosehatwanita.com

 

 

#TantanganODOP2 #onedayonepost #odopbatch6 #nonfiksi

2 COMMENTS

Leave a Reply to Titi Keke Cancel reply

Please enter your comment!
Please enter your name here