Pergi Naik Haji dengan Rp. 100 (Bagian 2)

1

Kami memulai tabungan haji tidak dengan membuka rekening di bank yang butuh ratusan ribu atau bahkan jutaan rupiah, tapi memulainya dengan sekeping uang seratus rupiah yang dimasukkan dalam sebuah toples bekas. Kemudian diisi logam demi logam sisa belanja. (hal.4)

Padahal jika menilik dari keadaan keuangan mereka yang pas-pasan rasanya sungguh tidak mungkin suami istri ini bisa melaksanakan haji.

Di awal masa pernikahan, kami hanya makan dengan tempe tahu setiap harinya, jangankan untuk makan dengan daging atau ayam, makan dengan lauk ikan atau telur saja hanya sesekali dalam sebulan. (hal.8)

Allah berfirman, artinya, “Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.” (Q.S. Ath Tholaq : 2-3)

Bagi kami, sabar adalah menerima ketentuannya sembari giat melakukan langkah-langkah yang diperlukan. Menurut kami, sabar dalam artian nrima opo onone atau diam menerima apa adanya adalah sebuah kesalahan. Kesabaran harus disertai ikhtiar. Tapi ikhtiar juga harus disertai kejujuran dan kehalalan. (hal.13)

Allah Maha Adil, Allah Maha Tahu. Kalau sebelumnya kami hanya punya impian, atau hanya bermimpi tanpa memulai langkah pertama. Dengan toples dan koin pertama, Allah melihat kami sungguh-sungguh ingin pergi haji. Sejak saat itu berbagai kemudahan pun kami peroleh.(hal.31)

Rejeki kami dari waktu ke waktu justru bertambah. Bukan hanya materi saja, tapi rejeki berupa kebahagiaan. Mungkin dengan pemikiran ekonom sekuler, kami berdua itu bodoh, karena masih “bandel” menyisihkan uang untuk berhaji sementara neraca keuangan kami pas-pasan saja. Akan tetapi, Sang Maha Pemberi dan Sang Maha Kaya adalah Allah SWT, maka kami tidak pernah khawatir akan keuangan kami (hal.57)

Buku ini sangat cocok dibaca orang-orang yang memiliki impian menunaikan haji, tapi belum mapan dari segi finansial atau sering mengalami ujian keteguhan hati. Sekaligus sangat bagus untuk menjadi motivasi bagi mereka yang sudah mampu, tapi masih ragu untuk naik haji.

 

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here