Sudahkah Anda Minum Susu Hari Ini?

2

“Sehat, cerdas, sejahtera dengan minum dua gelas susu segar setiap hari”

Dalam upaya mendorong konsumsi susu segar dalam negeri, pemerintah telah melakukan beberapa cara. Antara lain dimulai dengan pencanangan Hari Susu Nusantara pada tanggal 7 Oktober 2009 di Pasuruan Jawa Timur dan ditetapkannya tanggal 1 Juni sebagai Hari Susu Nusantara melalui Keputusan Menteri Pertanian No. 2182/kpts/PD.420/5/2009.

Peringatan Hari Susu Nusantara  dilandasi oleh adanya kegiatan serupa yang diprakarsai  FAO (Food & Agriculture Organization) pada tahun 2000. Yang mencanangkan  1 Juni sebagai Hari Susu Sedunia (World Milk Day) dengan tujuan menyebarluaskan informasi mengenai manfaat susu, mengajak masyarakat luas untuk mengkonsumsi susu sebagai makanan cair bermanfaat bagi tubuh, serta meningkatkan industri susu yang menguntungkan bagi peternak sapi perah.

Pada tahun 2016, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan Hari Susu Nusantara.

Tema kegiatan ini adalah “Sehat, cerdas, sejahtera dengan minum dua gelas susu segar setiap hari”.

Melalui tema tersebut diharapkan mampu mengakselerasi tujuan kegiatan ini antara lain :

  • Meningkatkan kesadaran masyarakat atas pentingnya minum susu
  • Meningkatkan konsumsi minum susu demi terwujudnya peningkatan kualitas gizi bangsa
  • Mendorong percepatan pengembangan industri sapi perah nasional yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pertenak

 

Untuk diketahui bersama bahwa, konsumsi susu masyarakat Indonesia saat ini hanya 11,8 liter / kapital/ tahun termasuk produk olahan yang mengandung susu. Dibandingkan negara-negara lainnya (Thailand dan Malaysia) yang menghabiskan 30 liter / kapital / tahun, kondisi persusuan Indonesia masih perlu perhatian lebih intens lagi.

Produksi susu segar di Indonesia sebagain besar (91%) dihasilkan oleh usaha peternak susu lokal dengan skala usaha 1-3 ekor sapi perah per peternak. Akan tetapi, usaha ini kurang ekonomis karena keuntungan yang didapatkan dari hasil penjualan susu hanya cukup untuk memenuhi sebagian kebutuhan hidup. Dari sisi permintaan, peternak susu lokal masih belum mencukupi kebutuhan konsumsi dalam negeri. Saat ini produksi lokal baru bisa memasok tidak lebih dari 20% dari permintaan, sisanya 80% berasal dari impor berupa skim powder dari kebutuhan nasional.

Banyak hal yang menyebabkan produksi susu nasional semakin menurun antara lain, sulitnya pakan hijauan, mahalnya harga bahan baku pakan konsentrat, penurunan genetik sapi perah, dan manajemen peternakan yang belum optimal. Menurunnya produksi susu nasional lebih karena menurunnya kualitas sapi perah itu sendiri. Karena jika kualitas susu sapinya saja sudah kurang baik, maka bukan tidak mungkin produksinya juga akan menurun. Sulitnya mencari pakan hijauan serta harga pakan konsentrat yang mengalami kenaikan juga, merupakan salah satu faktor turunnya kualitas. Karena petani pun terkadang mengurangi kadar konsentrat untuk pakan ternaknya akibatnya terjadi penurunan genetik sapi tersebut.

Selain itu, peternak juga menghadapi permasalahan seperti rendahnya kemampuan budidaya khususnya menyangkut kesehatan ternak dan mutu bibit, serta pemasaran produk. Penurunan produksi susu nasional sudah terjadi sejak keluarnya Inpres No. 4 Tahun 1998 yang mencabut Inpres 02 Tahun 1985 tentang Persusuan. Sehingga hal ini perlu pengaturan terkait harga dan pola kerja sama dengan perusahaan susu. Selain membangun koperasi susu nasional. Pemasaran susu dari peternak lokal dengan keberadaan Inpres No. 4 Tahun 1998, mengakibatkan posisi industri pengolahan susu menjadi jauh lebih kuat dibadingkan dengan perternak. Karena industri pengolahan susu mempunyai pilihan memenuhi bahan baku yang dibutuhkan yaitu susu segar dalam negeri maupun impor. Hal ini menyebabkan relatif rendahnya harga susu segar yang diterima oleh peternak dalam negeri.

Terlebih belakangan ini para peternak banyak yang melakukan pemotongan sapi perah karena tergiur dengan tingginya tawaran harga daging sapi potong ketimbang harga susu. Memicu menurunnya jumlah sapi perah lokal dengan drastis.

Inilah beberapa permasalahan persusuan di Indonesia. Agar pangsa pasar susu yang dihasilkan peternak lokal dapat ditingkatkan maka masalah-masalah tersebut perlu ditanggulangi. Meningkatkan produksi dan konsumsi susu nasional, maka akan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Indonesia.

Ditinjau dari segi kesehatan susu mempunyai banyak manfaat bagi tubuh manusia. Susu mengandung kalsium dan protein yang tinggi. Salah satu produk olahan susu rendah lemak seperti yogurt mempunyai banyak khasiat. Hanya secangkir yogurt plain tanpa lemak memberikan sepertiga asupan kalsium harian yang disarankan.

Kalsium di dalam susu berperan penting dalam kesehatan tulang. Kalsium ini tidak hanya baik untuk pertumbuhan tulang pada anak-anak, tetapi juga bagi orang dewasa untuk menjaga kekuatan tulang dan mencegah terjadinya resiko osteoporosis. Tapi, perlu diperhatikan komposisi dalam kemasan susu. Pilihlah susu yang banyak mengandung vitamin D yang tinggi dan rendah gula.

Bagi bayi dan balita yang sedang bertumbuh susu sangat besar manfaatnya. Apalagi bagi bayi dan balita yang tidak menyusui. Susu formula bisa menjadi alternatif yang baik sebagai pengganti ASI. Terlebih lagi trend penggantiaan ASI dengan susu formula sedang digandrungi. Meskipun nutrisi di susu formula tidak selengkap ASI, setidaknya bisa memenuhi asupan gizi sehingga tidak membuat bayi dan balita mengalami penyakit malnutrsi.

Setelah tau manfaat susu ternyata sebesar itu, bagaimana dengan pendapat anda? Sudahkah Anda minun susu hari ini?

 

(Sumber : www.pertanian.go.id )

Sumber foto : infosehat.com

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here