Sudahkah Anda Minum Susu Hari Ini? (2)

0

Banyak hal yang menyebabkan produksi susu nasional semakin menurun antara lain, sulitnya pakan hijauan, mahalnya harga bahan baku pakan konsentrat, penurunan genetik sapi perah, dan manajemen peternakan yang belum optimal. Menurunnya produksi susu nasional lebih karena menurunnya kualitas sapi perah itu sendiri. Karena jika kualitas susu sapinya saja sudah kurang baik, maka bukan tidak mungkin produksinya juga akan menurun. Sulitnya mencari pakan hijauan serta harga pakan konsentrat yang mengalami kenaikan juga, merupakan salah satu faktor turunnya kualitas. Karena petani pun terkadang mengurangi kadar konsentrat untuk pakan ternaknya akibatnya terjadi penurunan genetik sapi tersebut.

Selain itu, peternak juga menghadapi permasalahan seperti rendahnya kemampuan budidaya khususnya menyangkut kesehatan ternak dan mutu bibit, serta pemasaran produk. Penurunan produksi susu nasional sudah terjadi sejak keluarnya Inpres No. 4 Tahun 1998 yang mencabut Inpres 02 Tahun 1985 tentang Persusuan. Sehingga hal ini perlu pengaturan terkait harga dan pola kerja sama dengan perusahaan susu. Selain membangun koperasi susu nasional. Pemasaran susu dari peternak lokal dengan keberadaan Inpres No. 4 Tahun 1998, mengakibatkan posisi industri pengolahan susu menjadi jauh lebih kuat dibadingkan dengan perternak. Karena industri pengolahan susu mempunyai pilihan memenuhi bahan baku yang dibutuhkan yaitu susu segar dalam negeri maupun impor. Hal ini menyebabkan relatif rendahnya harga susu segar yang diterima oleh peternak dalam negeri.

Terlebih belakangan ini para peternak banyak yang melakukan pemotongan sapi perah karena tergiur dengan tingginya tawaran harga daging sapi potong ketimbang harga susu. Memicu menurunnya jumlah sapi perah lokal dengan drastis.

Inilah beberapa permasalahan persusuan di Indonesia. Agar pangsa pasar susu yang dihasilkan peternak lokal dapat ditingkatkan maka masalah-masalah tersebut perlu ditanggulangi. Meningkatkan produksi dan konsumsi susu nasional, maka akan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Indonesia.

Ditinjau dari segi kesehatan susu mempunyai banyak manfaat bagi tubuh manusia. Susu mengandung kalsium dan protein yang tinggi. Salah satu produk olahan susu rendah lemak seperti yogurt mempunyai banyak khasiat. Hanya secangkir yogurt plain tanpa lemak memberikan sepertiga asupan kalsium harian yang disarankan.

Kalsium di dalam susu berperan penting dalam kesehatan tulang. Kalsium ini tidak hanya baik untuk pertumbuhan tulang pada anak-anak, tetapi juga bagi orang dewasa untuk menjaga kekuatan tulang dan mencegah terjadinya resiko osteoporosis. Tapi, perlu diperhatikan komposisi dalam kemasan susu. Pilihlah susu yang banyak mengandung vitamin D yang tinggi dan rendah gula.

Bagi bayi dan balita yang sedang bertumbuh susu sangat besar manfaatnya. Apalagi bagi bayi dan balita yang tidak menyusui. Susu formula bisa menjadi alternatif yang baik sebagai pengganti ASI. Terlebih lagi trend penggantiaan ASI dengan susu formula sedang digandrungi. Meskipun nutrisi di susu formula tidak selengkap ASI, setidaknya bisa memenuhi asupan gizi sehingga tidak membuat bayi dan balita mengalami penyakit malnutrsi.

Setelah tau manfaat susu ternyata sebesar itu, bagaimana dengan pendapat anda? Sudahkah Anda minun susu hari ini?

 

(Sumber : www.pertanian.go.id )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here