Surat Cinta untuk Papa

30

Apa kabarmu, Papa?
Ini ramadhan pertama kami tanpa engkau. Ini juga kali pertama seumur hidup tak kulihat senyum di wajah Mama ketika bulan suci menyapa. Hanya ada air yang menganak sungai di mata tuanya. Hanya ada ratapan kerinduan akan sosok dirimu keluar dari bibirnya.

Apa kabarmu, Papa?
Tak nyana setengah tahun terlewati tanpamu. Jangan kira senyumku tanpa makna. Ada rasa kangen tak tertahankan, yang tak terucapkan, yang tak terbilangkan.

Apa kabarmu, Papa?
Siapa yang tau ramadhan tahun lalu adalah yang terakhir untukmu. Masih segar dalam ingatanku, kebahagiaanmu membuncah-buncah melihat keluarga besar kita berkumpul di rumah. Merayakan ulang tahunmu sekaligus arisan keluarga besar. Semua keluarga dari pihak Mama dan Papa berkumpul. Siapa yang tau itu ulang tahunmu yang terakhir.

Apa kabarmu, Papa?
Hari ini kukunjungi kembali rumah peristirahatan terakhirmu. Maafkan aku tak bisa setiap hari datang. Bukan karena tak cinta. Percayalah cinta bukan cuma dari kata, bukan cuma dari penghargaan, tetapi juga dari doa yang tulus. Setiap harinya aku berusaha menjadi anak yang solehah. Berusaha melakukan kebaikan dengan harapan ridho daripadaNya akan sampai kepadamu.

Oh yaah.. Papa mau tau kabarku???
Papa tenang saja. Aku masih tegar berdiri. Masih tetap tersenyum seperti biasa. Kekonyolanku malah tidak berkurang. Mama akan kujaga dengan baik. Tidak usah khawatir.

Sampai sini dulu yaa, Pa… Kita bertemu lagi di sepertiga malam. Peluk cium untukmu dalam doa.

30 COMMENTS

  1. Masyaallah, insyaallah papanya ditempatkan di tempat yang paling baik di Surga-Nya ya mba. Tetap tabah dan semoga ibu juga bisa sabar. Insyaallah bulan Ramadhan ini Allah akan mudahkan segala urusan keluarga mba dan mengangkat derajatnya. Aamiin.

  2. InsyaAllah Papa kuat, Mbak. Akunjuga kalau Ramadan gini kangen alm. Papa, karena sudah 29 tahun oapa meninggal. Tapi cukup Al Fatihah saja, insya Allah Papa lebih bahagia.

  3. Garis hidup memang rahasia Ilahi ya Mba.. kita hanya harus menjalaninya dengan ikhlas. Inget kemarin lusa, ada mamahnya temen sekolah anakku yang pulang mendadak. Tanpa sakit, tanpa keluhan apa2. Sabtu siang abis jemput anak bungsu di sekolah (yang habis pulang studi tour ke Bali), minggu sore kejang, langsung dibawa ke UGD dan dinyatakan meninggal. Padahal sang suami sudah lama tiada. Kini tinggallah 3 anak yatim piatu yang harus bertahan dan berjuang menghadapi hidup. Semangat, mba!! Tuhan memberi kekuatan.

    • Terima kasih mba. Papa saya juga meninggalnya mendadak. Menginap di rumah sakit gak sampe 12 jam. Rasanya langit runtuh…sedihnya luar biasa. Sekarang sudah ikhlas tapi tetap aja sedih kalo ingat kebaikan beliau.

    • Ajal memang misteri mbak. Papa saya paginya masih baik-baik aja. Malamnya beliau meninggal. Sangat mendadak jadi saya dan mama sangat syok. ALhamdulillah sekarang sudah ikhlas tapi kalo tiba-tiba teringat pasti nangis

  4. Inshaa Allah Alm. Papa akan ditempatkan di tempat terbaik disisi ALLAH SWT dan mendapatkan berkah dari setiap doa yang kau panjatkan.
    Semoga pula ALLAH SWT memberikan kekuatan dan kesabaran serta kebahagiaan untuk keluargamu @Titi Sayang 😘
    Aamiin Yaa Robb 😇😇

Leave a Reply to Dita Dyah Cancel reply

Please enter your comment!
Please enter your name here