Surat Cinta Untuk PJ

10

Sesungguhnya saya bingung harus mulai dari mana, karena saat ini bukan waktu terbaik saya untuk menghasilkan sebuah tulisan yang cukup bagus. Tetapi, karena ini adalah tugas yang harus ditunaikan, maka saya berusaha untuk menyelesaikannya.

Saya berterima kasih untuk PJ Mbak Uky dan PJ Rafi yang memberikan saya waktu dan kesempatan berulang-ulang membayar hutang yang bertumpuk-tumpuk.

Dan untuk PJ Mbak Dyah, rasa terima kasih mungkin tidaklah cukup untuk menggambarkan rasa syukur saya memiliki seorang PJ yang sangat perhatian dan penuh kepedulian seperti Mbak.

Saya sudah sering menerima ungkapan bela sungkawa selama beberapa minggu ini, tetapi Mbak Dyah bukan cuma mengirimkan doa tetapi memberikan kepedulian, perhatian, semangat, dan dukungan tiada henti.

Ketika jari jemari saya tidak mampu menari di atas keyboard laptop untuk menuliskan satu saja kata, Mbak Dyah percaya saya bisa melakukan lebih daripada itu. Mbak Dyah percaya saya mampu menulis kembali dan menghasilkan karya hebat yang mampu menginspirasi orang lain.

Kepercayaan itulah yang membuat saya mampu menulis tulisan ini yang saya dedikasikan khusus untuk Mbak Dyah.

Semua orang mungkin bisa prihatin dan kasihan dengan keadaan saya sekarang. Tapi, tidak semua orang peduli dan benar-benar tulus bisa memahami perasaan saya.

Mbak Dyah…. Saya memang tidak mengenal Mbak secara langsung. Saya tidak pernah bertemu. Saya hanya mengenal Mbak lewat Komunitas ODOP saja. Tetapi, jika Tuhan memberikan kesempatan kita saling bertemu saya ingin sekali memeluk Mbah Dyah. Jika Tuhan memberikan kesempatan kita saling mengenal saya ingin Mbak Dyah menjadi sahabat saya. Semoga harapan ini bisa dijabah Allah. Aamiin…

Dengan segenap ketulusan yang bisa saya ungkapkan lewat tulisan ini, saya ingin mengucapkan banyak banyak terima kasih. Terima kasih Mbak Dyah.

10 COMMENTS

  1. Alhamdulillah, terima kasih mbak, tulisan ini membuat saya terharu. Bersyukur sekali saya kenal mbak, perempuan gigih meski tengah ditempa musibah. Saya juga belajar banyak dari mbak. Dan untuk apa berharap saya menjadi sahabat mbak jika kita sudah saling menganggap keluarga. Kita lebih dari sahabat mbak, kita adalah keluarga 😄

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here