WCD (World Cleanup Day) 21 September 2019

27

Sabtu, 21 September 2019. Langit masih gelap ketika saya sudah bersiap-siap untuk mengikuti acara puncak WCD (World Cleanup Day) Kotamobagu yang dipusatkan di Terminal Serasi. Tepat pukul enam pagi saya menaiki motor dan bergegas ke lokasi yang berjarak hanya tiga menit dari rumah jika ditempuh dengan kendaraan.

Logo WCD Kotamobagu     

Sehari sebelumnya, saya dan teman-teman yang tergabung dalam Core Team WCD Kotamobagu sudah memberikan petunjuk dan informasi di WAG (What’s App Group) WCD Kotamobagu tentang perlengkapan apa saja yang perlu disediakan untuk mengikuti kegiatan.

Perlengkapan yang perlu disediakan

Ada sekitar 25 komunitas dan organisasi yang tergabung dalam grup tersebut. Tapi, sesungguhnya di lapangan, ada lebih banyak lagi yang ikut bergabung dalam kegiatan WCD ini. Saya sendiri mengajak teman-teman dari Komunitas Peduli Anak Berkebutuhan Khusus untuk berpartisipasi.

Banner WCD Kotamobagu

Selain membagikan info tentang perlengkapan yang wajib dibawa serta, kami juga menyarankan kawan-kawan komunitas dan organisasi lain agar ikut menggunggah kegiatan bersih-bersih selama WCD berlangsung di aplikasi QLUE.

Cara memakai aplikasi Qlue

Nah, sesampainya saya di Terminal Serasi, ternyata sudah banyak relawan yang berkumpul. Mulai dari komunitas dan organisasi, para pelajar, serta masyarakat dari seluruh kelurahan/desa yang ada di Kotamobagu. Mereka sudah siap dengan perlengkapan perang, mulai dari sapu, kaos tangan kain atau plastik, masker, sampai topi. Semua wajah tampak bersemangat. Terbayang mereka akan ikut ambil bagian dalam kegiatan akbar untuk menyelamatkan lingkungan. Tidak berapa lama kemudian, acara dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Kota Kotamobagu.

Rombongan relawan WCD Kotamobagu

Setelah acara pembukaan selesai dilaksanakan, Leader WCD Kotamobagu, Harry Pasambuna mulai mengumumkan pembagian lokasi pembersihan serta jenis sampah yang harus dikumpulkan.

Pembagian lokasi pengumpulan sampah

Langsung saja semua merapatkan barisan dan mulai menuju ke titik-titik yang telah disampaikan oleh Core Team WCD Kotamobagu.

Sementara itu di lain tempat, beberapa Core Team tengah melaksanakan pekerjaan yang tidak kalah penting. Yaitu, menyediakan konsumsi untuk para peserta aksi WCD Kotamobagu. Nasi kuning dipilih sebagai menunya. Untuk meminimalisir sampah plastik, maka kami sepakat menggunakan daun pisang sebagai pembungkus.

Core Team yang menyediakan konsumsi relawan WCD

Sekitar setengah sembilan pagi, acara WCD selesai dilaksanakan. Semua lokasi yang dijadikan titik pembersihan sudah tampak bersih dan rapi jali. Terhitung puluhan karung terisi dengan berbagai sampah yang sudah terpilah sesuai dengan jenis.

Sampah yang sudah dipilah

Jarum jam menunjukkan pukul sembilan pagi, ketika Core Team WCD yang mengurus konsumsi tiba di lokasi. Para peserta sudah berbaris rapi menunggu. Sambil dikomando oleh pembawa acara, dengan tertib relawan satu per satu menerima bungkusan nasi kuning. Dalam suasana kekeluargaan yang akrab mereka semua duduk melahap hidangan ala kadarnya yang disediakan oleh kami.

Pembagian konsumsi

Sesudah menyantap makanan, Core Team mengajak relawan WCD Kotamobagu untuk berkumpul kembali untuk acara penutupan, mengevaluasi kegiatan, serta tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih atas partisipasi mereka yang sudah sedikit banyak memberikan perubahan pada lingkungan di area Kotamobagu.

Setelah acara penutupan, beberapa relawan tidak langsung pulang. Banyak di antara mereka memilih untuk berfoto di banner WCD Kotamobagu, di depan sampah yang dipilah, atau bahkan di kendaraan unik yang terparkir. Saya sendiri dan Core Team lain mengambil kesempatan untuk mengabadikan diri di beberapa lokasi.

Saya berfoto di depan banner WCD Kotamobagu
Motor modifikasi
Berfoto bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Kotamobagu
Berfoto dengan kawan-kawan dari Komunitas Peduli Anak Berkebutuhan Khusus Kotamobagu

Sebelum kemudian kembali ke tempat masing-masing, kami membagi beberapa tim untuk membersihkan area sisa kegiatan dan mengembalikan barang-barang yang dipinjam.

Akhir kata, sebagai salah satu Core Team WCD Kotamobagu, saya mengucapkan banyak terima kasih bagi kawan-kawan yang sudah ikut berpartisipasi dalam kegiatan WCD Kotamobagu. Sampai jumpa di WCD Kotamobagu tahun depan. In Syaa Allah. Salam 13 juta.

Core Team WCD Kotamobagu

Sumber foto: Dokumentasi pribadi, Core Team WCD, dan relawan WCD Kotamobagu

27 COMMENTS

  1. Keren banget Mbak acaranya. Sekarang memang sedang di galakkan program go green. Termasuk di sekolah-sekolah. Mengurangi sampah plastik dan daur ulang sampah plastik. Jadi lebih bersih, sehat dan nyaman ya kotanya.

Leave a Reply to Titi Keke Cancel reply

Please enter your comment!
Please enter your name here