Yuk Curhat!

3

 

Tahu tidak kalau Hari Kesehatan Dunia dirayakan setiap tahun pada tanggal 7 April? Pada tahun 1984, WHO mengadakan Majelis Kesehatan Dunia Pertama yang memutuskan merayakan Hari Kesehatan Dunia pada tanggal 7 April setiap tahunnya mulai 1950. Hari Kesehatan Dunia diselenggarakan untuk memperingati pendirian WHO dan dipandang sebagai kesempatan menarik perhatian dunia untuk menyadari masalah-masalah bersar kesehatan global setiap tahunnya.

Tema global HKS 2017 adalah “Depression : Let’s Talk” dengan tema nasional adalah “Depresi? Yuk Curhat!”. Tema ini diangkat karena perkembangan teknologi dan informasi lewat dunia maya sangat pesat. Dampak positifnya adalah pencarian informasi yang relatif menjadi lebih gampang. Akses ke berbagai hal dan bidang bisa dilakukan hanya lewat sentuhan jari. Di balik semua kemudahan dan kecanggihan yang bisa dirasakan manusia, tentulah ada dampak negatif yang mengiringi.

Hampir semua individu di dunia baik  saat ini, tua maupun muda  memiliki gadget dan sosial media. Tidaklah mengherankan jika bermunculan penyakit-penyakit kejiwaan yang dulunya mungkin masih jarang diderita orang. Seperti narsis atau pun alay.

Narsis berarti bangga dan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan. Berasal dari akronim Norak Abis.

Alay : lebay (melebih-lebihkan sesuatu, diambil dari kata ‘lebih’ dengan logat keinggri-inggrisan pada huruf I.) berlebihan, subjektif menunjuk seseorang memiliki paradigma dan sikap yang berlebihan dalam menanggapi sesuatu. Bisa juga dengan gaya bahasa dan gaya menulis yang keterlaluan anehnya.

Banyak penelitian telah menghubungkan jaringan sosial terhadap depresi dan isolasi sosial, serta memunculkan perasaan iri, rasa tidak aman dan kurang harga diri.Namun, penelitian lain menunjukkan situs media sosial dapat berdampak positif bagi orang-orang yang berjuang dengan kecemasan sosial dan depresi. Bertepatan pada Hari Kesehatan Sedunia ini, sebuah studi baru telah dilakukan terkait dampak media sosial terhadap individu depresi.

Studi ini menunjukkan bahwa Instagram benar-benar dapat dapat memperkuat kedekatan persahabatan mereka yang pada akhirnya membantu gangguan mental. “Like” dan repost orang di Instagram dapat memberingan dorongan untuk hubungan. Dengan demikian, hal ini dapat membantu mencegah depresi.

Meski begitu, terapi yang paling tepat untuk mengurangi depresi adalah dengan mengungkapkan permasalahan yang menjadi faktor pemicu terjadinya depresi. Wakil Ketua Umum Persatuan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia, dr.Diah Setia Utami, Sp.KJ mengatakan setiap orang harus punya satu teman yang dipercayai untuk mencurahkan isi hatinya. Bila mengalami gejala depresi, segeralah curhat kepada sahabat.

Tambah dr.Diah, seseorang yang terbuka dengan orang lain, sebagian bisa menyelesaikan masalahnya. Cara ini tentu dapat menjadi salah satu pencegahan bunuh diri karena dirinya merasa didengarkan oleh orang lain.

Begitu juga, agar menjadi seorang pendengar yang baik. Jangan menasehati teman yang sedang curhat, karena dapat memicu amarah dan membuat orang semakin terpuruk.

Selain rutin mencurahkan isi hati, depresi juga dapat dihindari dengan hidup sehat. Makan dengan gizi seimbang, olahraga, dan rekreasi.

 

Sumber :

Sehatnegeriku.kemkes.go.id

Lifestyle.okezone.com

Wikipedia.org

Kamusbahasagaul.com

 

#TantanganODOP2 #onedayonepost #odopbatch6 #nonfiksi

3 COMMENTS

  1. Ayo curhat! Hihi..aku biasanya curhat sama diary atau kucing kesayangan. Sambil mewek meluk kucing trus meluncur deh tuh curcol ala emak-emak baper. Anehnya si pus seolah paham kalau tuannya ngajak curhat. Biasanya si pus akan ikutan meong. Hahaha…tapi pus makhkluk yang kupercaya mampu menjaga rahasia dengan baik. Jadi amaaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here